Kades Sultan Majalengka kembali pinjamkan beras saat paceklik dan beras mahal
Elshinta.com, Peduli saat musim paceklik dan beras mahal, salah satu Kepala Desa di Kabupaten Majalengka Jawa Barat berjuluk Kades Sultan berinisiatif meminjamkan beras kepada warganya 10kg/KK dengan tempo peminjaman 30 hari.

Elshinta.com - Peduli saat musim paceklik dan beras mahal, salah satu Kepala Desa di Kabupaten Majalengka Jawa Barat berjuluk Kades Sultan berinisiatif meminjamkan beras kepada warganya 10kg/KK dengan tempo peminjaman 30 hari.
Hj. Yosa Novita, namanya kembali mencuat setelah aksi sosialnya baru-baru ini mencuri perhatian publik. Pasalnya ia mengaku tidak bisa tidur saat memasuki paceklik (menunggu panen) khawatir warganya ada yang kesulitan pangan alias tidak makan, sehingga berinisiatif meminjamkan beras kepada warganya.
"Motivasinya, karena sekarang masih menunggu masa panen, saya khawatir warga saya ada yang kekurangan pangan, sehingga saya berinisiatif memberikan pinjaman 10kg per KK dengan subsidi 3 ribu rupiah, 3ribunya buat bekal saya nanti di akhirat," ucapnya ikhlas
Aksi sosial meminjamkan beras yang ia buka pada hari Rabu (18/01/2023) lalu, menurut Yosa disambut baik warganya. Sedikitnya untuk awal ia stok 1,5 ton beras dengan alasan agar tidak terkena kutu beras jika stok terlampau banyak
"Stoknya sengaja bertahap, karena kalau numpuk takutnya kena kutu. Untuk setiap KK kita batasi 10 kilogram, dan beras yang saya sediakan adalah beras super dengan harga 12.300, namun saya subsidi 300 rupiah/kg atau 3ribu rupiah/10kg. Jadi kepada warga kita pinjamkan 10kg dengan harga 12ribu saja per kilogramnya." papar Yosa seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Senin (23/1).
Kades cantik berjiwa sosial tinggi inipun menyebut, bukan dirinya tak mau membagi-bagikan beras secara gratis, namun ia merasa harus menanamkan sifat tanggung jawab bukan bermental minta-minta.
"Dengan sistem meminjamkan, warga saya akan terdidik mau bekerja keras, karena nanti ia harus mengembalikan. Jika saya beri cuma-cuma justru nanti saya mengajarkan mereka malas, saya tidak mau seperti itu," tegasnya.
Kendati demikian Yosa mengaku ada masanya warga Kawung Hilir mendapat beras gratis yaitu, saat sawah bengkok atau sawah milik desa panen maka berasnya ia bagikan kepada semua warga dan juga perangkat desanya.
"Nanti saat sawah bengkok panen, baru saya bagikan gratis, buat masing-masing KK dapat 6kg beras," tandasnya
Sementara menyinggung pengembalian pinjaman beras, ia menyebut jangka waktunya hanya 1 bulan, karena nanti sudah mendekati masa panen, warga bisa bayar dengan uang namun bisa dengan beras lagi.
"Semoga pinjaman beras ini, dirasakan manfaatnya oleh warga Desa Kawung Hilir, menjadi motivasi untuk bekerja lebih giat saat mereka masih memiliki stok pangan di rumah," pungkasnya.
Sementara seperti diketahui, Kades Kawung Hilir inipun sebekumnya sempat viral, saat aksinya menentang rentenir di wilayahnya dengan cara meminjamkan uang pada warganya per KK 500ribu rupiah tanpa bunga, aksinya ternyata disambut antusias warganya
Hingga sekarang, program peminjaman uang 500ribu tanpa bunga, menurut Yosa masih berjalan, meski ditambah dengan peminjaman beras karena masa panen belum tiba